Langsung ke konten utama

Cara Penginjilan yang paling Efektif

 Penginjilan yang paling Efektif

A.     Pengertian.

Penginjilan yaitu memberitakan Injil dengan tujuan supaya orang mengenal akan Yesus Kristus.[1] dimana Allah yang berinisiatif untuk menyelamatkan manusia maka dari pada itu, sebagai orang Kristen atau orang percaya bertugas sebagai penyambung lidah Allah untuk menyampaikan Firman Allah kepada orang yang berdosa.

B.     Alasan mengapa melakukan Penginjilan

Alkitab sangat jelas bahwa penginjilan merupakan hal yang sangat penting bagi manusia dimana orang Kristen bersaksi/menginjil untuk memenangkan jiwa yang merupakan tugas dan kewajiban setiap orang percaya. Allah telah menentukan bahwa kita yang sudah mengenal Kristus sebagai Juruselamat Pribadi kita- yang harus memperkenalkan Dia.[2] Dengan demikian banyak orang yang dimenangkan oleh karena Injil diberitakan bagi setiap orang baik itu secara  internal ataupun secara eksternal.

Alasan-alasan mengapa memenangkan jiwa, yakni:

1.      Perintah Sang Juruselamat

            Kristus Yesus telah menjadi contoh teladan bagi para penginjil, mengapa kita melakukan penginjilan. Ia memberikan tugas dengan memerintahkan atau memberi perintah  bagi orang percaya untuk memenangkan jiwa[3]. Dengan jelas bahwa Yesus berkata ” Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."(mat. 28:19-20)

            Dengan demikian hendaklah kiranya kita terus berjuang untuk memenangkan jiwa yang tersesat sebagai tugas dan tangguang jawab kita.

2.      Sadar akan Kasih Kristus Yesus

Alkitab banyak mencatat akan kasih-Nya kepada orang-orang berdosa bahkan Ia rela mengorbankan nyawanya bagi umatnya yang berdosa[4] . “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang yang kekal.(Yoh.3:16).”  Karena kita mengasihi Allah dalam hidup kita maka kita juga mengasihi orang yang terhilang dengan menyatakan kasih-Nya.

 

BAB III

CARA PELAYANAN/PENGINJILAN YANG PALING EFEKTIF

 

A.     Seorang Penginjil Memiliki Hubungan dengan Allah yang Benar

Bagi Seorang Kristen ada tugas dan tanggung jawab yang di emban bagi penginjil karena penginjilan merupakan suatu tugas dari Allah untuk mengabarkan Firman Allah. namun yang harus diketahui adalah bahwa hidup kudus hal mutlak bagi Kristen untuk menginjili. Dengan demikian hal yang harus diperhatikan ialah:

a.      Lahir Baru

Bagi seseorang untuk menjadi Pemberita Injil tidak mungkin menjadi berkat bagi orang lain kalau belum mengalami Tuhan secara Pribadi dalam kehidupannya. Hidup kudus dan suci merupakan hal yang sangat penting bagi penginjil dalam memenangkan jiwa.[5] Sehingga seorang penginjil harus menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadinya. Lahir Baru menunjuk kepada perubahan batin yang mendalam oleh karya Roh Allah.yang akan berkarya terus menerus dalam membaharuhi kehidupan seorang penginjil makan disebut sebagai “ciptaan baru” (II Kor. 5:17)

  1. Seorang Penginjilan Memiliki cara yang paling Efektif dalam penginjilan

 

Cara yang paling efektif dalam sebuah penginjilan, yaitu:

a.       Pertalian

Membangun hubungan (salam) untuk melakukan pendekatan, misalnya; selamat pagi, malam dll. Ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu Pelayanan, oleh karena itu sebaiknya pembimbing memperkenalkan diri terlebih dahulu[6]  Petalian merupakan cara yang paling efektif dalam sebuah Penginjilan dengan melakukan pendekatan dan merujuk orang yang di Injil untuk membangun dan memasuki proses peralihan.

b.      Peralihan

Dalam hal ini seorang Penginjil setelah melakukan pendekatan/pertalian antara penginjil dengan orang yang di Injili selesai, maka Penginjil memasuki proses Peralihan membawa ke Tahap ke 2 dengan mengaitkan/mengarahkan orang yang sedang di Injili memasuki Injil sedikit demi sedikit.

c.       Pekabaran Injil

Memasuki Tahap ke 3 setelah proses peralihan, pembimbing mulai dengan menjelaskan Alkitab sebagai Firman Allah yang tertulis. Dalam hal ini pembimbing harus menjelaskan arti Firman Tuhan yang sebenarnya melalui ayat-ayat Firman Tuhan.[7] Dengan demikian pekabaran Injil inilah yang menjadi utama karena butuh tuntunan roh kudus untuk menyampaikan Firman Allah.

d.      Penyelesaian

Tahap akhir inilah yang menjadi penentu apakah orang yang di Injili menerima Kristus atau menolak Kristus dalam hidupnya. Karena seorang penginjil hanya menyampaikan Injil bagi orang tersebut, tetapi Roh kudus yang bekerja dalam hidupnya.

 

 



[1] Alfred  P. Gibbs, Penginjilan Pribadi (SEKOLAH ALKITAB “ WARTA VITAL” LEMBAGA PELAYANAN KRISTEN INDONESIA, Kotak Pos 101 MALANG)hal 7

[2] C.S Lovett, MEMENANGKAN JWA DENGAN MUDAH (PENERBIT KALAM HIDUP, Jl. Naripan 67-kotak pos 156 Bandung 40111)hal 8

[3] D. JAMES KENNEDY, Ledakan Penginjilan (  Jakarta, Jl. Jatinegara Timur II/35 Jakarta Timur 13350)hal 8

[4] Howard G. Hendricks, beritakanlah Injil dengan Kasih, (PT. BPK Gunung Mulia. Jl. Kwitang 22-23,Jakarta 2000.)hal 15

[5] MURRAY W. DOWNEY, CARA-CARA MEMENANGKAN JIWA, (PENERBIT KALAM HIDUP Jl. Naripan 67-Kotak Pos 156 BANDUNG)hal17

[6] Ir. Femin Panjaitan, PELAYANAN PRIBADI PRAKTIS MENGENAL PERTOBATAN, (P.T. BPK Gunung Mulia Jakarta) hal22-23

[7] Ibid. hal27-28

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Allah Maha hadir

    A.    Definisi 1.      Allah Allah adalah pribadi Ilahi yang transenden dan juga imanen, yang memiliki akal, perasaan dan kehendak, tak berawal tak berakhir, dan tak berubah, roh yang sempurna, pencipta dan pengatur alam semesta, pemelihara, sumber hidup, dan tujuan segala sesuatu. Maka dapat disimpulkan bahwa Allah yang berkepribadian berada di luar semesta alam, ada dengan sendirinya, bermoral dan menyatakan diri itu benar-benar ada. Ia tidak dapat dipahami disamping itu juga ia dapat dikenal [1]   2.        Mahahadir Mahahadir (omnipresence). Kata depan Maha(omni) berasal dari kata Latin omnis, yang berarti “semua “. Jadi mahahadir berarti Allah hadir di setiap tempat. Mazmur 139:7-12 menjelaskan kemahahadiran Allah. Dari langit yang paling tinggi sampai kedalaman bumi dan laut, Allah hadir di setiap tempat. Tidak ada yang terlepas dari   kehadiran Allah. Dalam definisi ini tercatat bahwa Allah...

Konsep Keselamatan menurut John Calvin

  A.      DEFINISI KESELAMATAN Keselamatan merupakan penerapan karya Kristus terhadap kehidupan seseorang. Oleh karena itu, doktrin keselamatan ini memiliki daya tarik dan hubungan khusus karena berkaitan dengan kebutuhan seseorang yang paling penting. [1] Dari sudut pandangan Allah, keselamatan meliputi segenap karya Allah dalam membawa manusia keluar dari hukuman menuju pembenaran, dari kematian ke kehidupan kekal, dari musuh menjadi anak. [2] Keselamatan menjadi salah satu dasar bagi kehidupan orang percaya dimana berkaitan dengan   hubungan Allah dengan manusia. keselamatan adalah jalan pendamai antara Allah dengan manusia melalui karya Yesus yang mati dikayu salib sebagai korban yang sempurna.   B.      PANDANGAN CALVIN 1.       PREDESTINASI Calvin menjabarkan predistinasi sebagai berikut: disebut ketetapan Allah yang kekal, yang melaluinya Ia telah menetapkan di dalam diri-Nya apa yang akan t...

Etika Seorang hamba Tuhan

  A.    Definisi Etika Istilah etika berasal dari bahasa Yunani, yang umumnya menunjuk pada kata ethos, artinya: kebiasaan, adat atau kelakuan. Malcolm Brownlee menuliskan rumusan definisi etika, sbb: Etika menyangkut pemikiran yang sistematis tentang kelakuan, motivasi, dan keadaan batin yang mendasarinya. Rumusan ini sangatlah tepat mengenai definisi etika yang di kemukakan oleh Malcolm Brownlee, karena mengkaitkan dengan sikap   batin atau sikap hati yang mendasari perbuatan. Yang mana sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus, ” Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat. 5:28). Mereka belum melakukannya tapi hanya dihatinya saja, sudah dianggap berdosa. [1] Dengan demikian seorang hamba Tuhan haruslah memberikan teladan bagi sesama dan menjadi cermin dalam segala aspek seperti ada tertulis: Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu,   Jangan seorangpun menganggap...