Langsung ke konten utama

Konsep Keselamatan menurut John Calvin

 

A.     DEFINISI KESELAMATAN

Keselamatan merupakan penerapan karya Kristus terhadap kehidupan seseorang. Oleh karena itu, doktrin keselamatan ini memiliki daya tarik dan hubungan khusus karena berkaitan dengan kebutuhan seseorang yang paling penting.[1] Dari sudut pandangan Allah, keselamatan meliputi segenap karya Allah dalam membawa manusia keluar dari hukuman menuju pembenaran, dari kematian ke kehidupan kekal, dari musuh menjadi anak.[2] Keselamatan menjadi salah satu dasar bagi kehidupan orang percaya dimana berkaitan dengan  hubungan Allah dengan manusia. keselamatan adalah jalan pendamai antara Allah dengan manusia melalui karya Yesus yang mati dikayu salib sebagai korban yang sempurna. 

B.     PANDANGAN CALVIN

1.      PREDESTINASI

Calvin menjabarkan predistinasi sebagai berikut: disebut ketetapan Allah yang kekal, yang melaluinya Ia telah menetapkan di dalam diri-Nya apa yang akan terjadi dalam setiap individu umat manusia, hidup kekal ditetapkan sebelumnya bagi sebagian orang, dan penghukuman kekal bagi yang lain.[3] ketetapan Allah sebelum dunia diciptakan yang mana Ia memilih beberapa orang untuk diselamatkan. Yang artinya Allah menetapkan di dalam diri-Nya apa yang akan yang terajdi dalam setiap individu umat manusia, hidup kekal ditetapkan sebelumnya bagi sebagian orang, dan penghukuman kekal bagi yang lain. kata predestinate yang artinya menandai sebelumnya(Ef.1:5, Rom.8:29, 1Kor.2:7). Atas dasar inilah yang menjadi pokok pikiran Calvin, bahwa Allah memilih orang-orang untuk keselamatan. Pemilihan itu berdasarkan pada istilah panggilan (kaleo), yang berarti “memanggil keluar dari antara”. Artinya bahwa Allah yang berdaulat dan memilih sebagian orang untuk diselamatkan dari sekian banyak umat manusia.(Rom.1:1, 8:28,30;) dan hal ini merupakan keharusan karena kejatuhan manusia. apabila manusia itu mati dalam pelanggara dan dosa-dosa (Ef.2:1).

 

Maka merupakan suatu keharusan bagi Allah untuk berinisiatif menyelamtkan manusia. apabila Allah tidak menandai sebagian untk keselamatan, maka tidak seorangpun yang akan selamat. Manusia dalam kondisi Tercemarnya sama sekali tidak mampu untuk bergerak kearah Allah.

Allah berinisiatif dengan alasan;

1.      Kejatuhan Manusia

a.       Orangtua pertama kita karena tertipu oleh kelicikkan dan godaan iblis, berdosa dengan memakan buah yang dilarang. Allah berkenan seturut keputusan kehendak-Nya yang bijaksana dan kudus untuk mengizinkan dosa, dan telah menetapkannya bagi kemulian-Nya sendiri.

b.      Oleh karena dosa ini mereka jatuh dari kebenaran asali dan persekutuan semula dan dengan Allah ; dan dengan demikian mati di dalam dosa dan segala bagian dan kemampuan dari jiwa dan tubuh secara keseluruhan tercemar.

c.       Karena mereka adalah nenek moyang dari seluruh umat manusia , maka kesalahan dari dosa ini diberlakukan; dan kematian yang sama di dalam dosa dan natur yang rusak diturunkan kepada semua keturunan mereka melalui cara regenerasi yang lazim

d.      Dari kerusakan awal ini, yang menyebabkan kita benar-benar menjadi tidak sehat, tidak berkemampuan dan yang menyebabkan kita menentang segala yang baik, dan selalu cenderung untuk melakukan yang hal-hal yang jahat, timbullah semua pelanggaran yang actual.

A.     Total Depra[4]vity (Kerusakan Total)

total depravity, keburukan moral yang menyeluruh, yang menyatakan bahwa segala kemampuan manusia telah dirusakkan oleh kejatuhan dalam dosa  Bagi penganut Calvinisme, total depravity berarti bahwa seluruh kemanusiaan kita telah jatuh ke dalam dosa.Artinya tidak ada satu bagianpun dari diri kita yang tidak terkena pengaruh dari kejatuhan itu. Dosa mempengaruhi kehendak kita, hati kita, pikiran kita dan tubuh kita. Menurut penganut Calvinisme, total depravity (kerusakan total) dapat dipahami dengan benar jika terlebih dahulu memahami kekeliruan tentang doktrin ini. Kerusakan Total tidak berarti Kerusakan Mutlak, Kerusakan mutlak berarti bahwa seseorang menyatakan kebejatannya sampai tingkat yang paling bejat setiap saat. Bukan saja semua pikiran, perkataan dan perbuatannya penuh dosa, tetapi juga sangat jahat, sejahat yang dilakukan manusia. Sedangkan seseorang yang mengalami kerusakan total bukan orang yang demikian jahat sehingga ia tidak dapat menjadi lebih jahat lagi. Ungkapan yang tepat untuknya adalah bahwa semua yang dilakukannya tidak ada yang baik. Kejahatan menyebar keseluruh jiwanya dan hidupnya. Ia tidak mampu melakukan satupun hal yang baik. Kerusakan Total tidak berarti Hilangnya Kebajikan Relatif. Orang yang belum dilahirkan kembali bukan saja tidak melakukan dosa seburuk yang dapat mereka lakukan dan tidak melakukan segala jenis dosa, tetapi mereka juga dapat melakukan sejumlah kebajikan. defenisi yang jelas tentang kebajikan. Dalam menjawab pertanyaan: “Tetapi apakah perbuatan baik itu?” menyatakan :Perbuatan baik adalah yang bersumber pada iman yang benar, dilakukan menurut hukum Allah dan untuk kemuliaanNya.” ada tiga unsur yang terdapat dalam perbuatan baik yang sejati yaitu: iman yang benar, ketaatan kepada hukum Allah dan motivasi yang benar. Sebaliknya, perbuatan baik yang relatif bisa memiliki bentuk lahiriah yang benar tetapi tidak bersumber pada iman yang benar atau tidak dilakukan untuk kemuliaan Allah. Kerusakan Total Selalu dan Semata-mata Berbuat Dosa, Ketidakmampuan Total. Manusia tidak dapat Melakukan Kebajikan. Pernyataan Pengakuan Iman Belgic mengenai “ketidakmampuan manusia untuk melakuakan kebajikan sejati” adalah suatu pernyataan yang Alkitabiah. Demikian juga pernyataan Kanon Dort yang berbunyi: “Semua orang tidak mampu melakukan kebajikan yang menyelamatkan

            ayat pendukung dimana manusia tidak memiliki kemampuan lagi untuk menyelamatkan diri mereka, Mat.7:18, Yoh.3:3; 8:43; Yoh.6:44, 65) Pada dasarnya Thiessen juga setuju dengan pandangan Calvinisme tentang kerusakan total, yang walaupun dia menggunakan kata “bejat” dalam Teologi Sistematika edisi Indonesia. Menurut Thiessen bahwa tidak adanya kebenaran yang semula dan kasih sayang yang kudus terhadap Allah, termasuk pencemaran sifat moral manusia dan kecenderungan untuk melakukan kejahatan.

B.     Unconditional Election (Pemilihan tak bersyarat)

Pemilihan tak bersyarat di dipahami dengan meneliti makna kata ini sendiri dari perspektif Calvinisme. Calvinisme mendefenisikan pemilihan ilahi adalah Allah memilih orang-orang untuk masuk ke surga. Yang lain tidak dipilih dan mereka akan masuk ke neraka. Sementara tak bersyarat dipahami dengan pengertian bahwa Allah memilih bukan berdasarkan apa yang ada pada manusia Allah tidak mencari sesuatu yang baik pada seseorang, sesuatu yang dilakukan orang tersebut yang menyebabkan Allah mengambil keputusan untuk memilih dia. Sementara keberadaan manusia disebutkan mati (Ef.2), berdosa dan telah kehilangaN kemuliaan Allah (Rm.3:23), sehingga tidak akan ada sesuatupun dalam diri manusia yang menyebabkan dia layak dipilih Allah. Pemikiran ini terlihat di dalam konsep  Calvin tentang predestinasi yang merupakan salah satu ajaran yang penting bagi Calvin (Jonge,61).  Berkenaan dengan predestinasi ditulis pada bagian III xxi-xxiv di dalam Instutio. Dalam bagian ini dikatakan bahwa Allah menerima sebagian orang hingga dapat mengharapkan kehidupan, dan menghukum orang lain untuk menjalani hidup kekal. Pemahaman Predestinasi ini menjadi dasar ajaran Calvin mengenai keselamatan termasuk di dalamnya pemilihan tak bersyarat. Bagian Alkitab yang mendukung ajaran ini antara lain; Yohanes 6:37,39; 15:16;

C.     Limitet Atonement (Penebusan terbatas)

Secara ringkas kaum Calvinis mengatakan bahwa penebusan terbatas adalah bahwa Kristus mati hanya bagi orang yang percaya kepada-Nya. Inilah sebenarnya makna dari penebusan terbatas. Penebusan Kristus terbatas kepada orangorang yang percaya kepada-Nya. Bila ajaran Calvinis menggunakan istilah “terbatas”, bukan berarti penebusan Kristus terbatas kepada kemampuan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Sebaliknya, kaum Calvinis percaya bahwa penebusan Kristus tak terbatas kuasanya, Kristus menyelamatkan dengan sempurna, dan penebusan Kristus tak terbatas nilainya. Tetapi kaum Calvinis percaya bahwa penebusan Kristus yang tak terbatas itu bersifat terbatas dalam jangkauannya, artinya Kristus bertujuan dan sesungguhnya menghapus dosa sekelompok orang tertentu, yaitu orang-orang yang dikasihi Allah dengan kasih yang kudus sejak kekekalan . Dengan kata lain, meskipun penebusan Kristus cukup untuk memuaskan tuntutan keadilan Allah  terhadap semua dosa, namun penebusan Kristus hanya mengakibatkan keselamatan bagi orang-orang percaya saja Penebusan yang tak terbatas nilainya itu diberikan sekelompok orang tertentu, tidak kepada semua orang. Inilah yang dimaksudkan kaum Calvinis dengan penebusan terbatas. Ada juga yangmenggunakan istilah “tertentu” atau “khusus” untuk menggantikan “terbatas”, sehingga jika dikalimatkan bahwa penebusan, yang tak terbatas kuasanya itu, dibatasi untuk sekelompok orang tertentu/khusus yaitu orang-orang yang percaya kepada Kristus. Menurut mereka (kaum Calvinis) hal ini tidak menjadi masalah asal arti yang dimaksudkan tidak berubah. Kaum Calvinis mendasarkan pandangan mereka dari bagian Alkitab dari Yohanes 10:15 dan Efesus 5:25. 

D.     Irresistible Grace (Anugerah yang tak dapat ditolak)

Anugerah adalah pemberian kepada orang yang tak layak menerima pemberian itu. Manusia pada dasarnya memberontak kepada Allah, walaupun Allah menciptakannya dalam kebaikan. Allah meminta kita meninggalkan segala dosa dan nafsu diri sendiri serta kembali kepada-Nya, tetapi manusia menolak untuk datang kepada Allah. Allah mengasihi orang-orang pilihan-Nya, mengutus Yesus untuk mati bagi mereka, dan kemudian mengaruniakan Roh Kudus yang menyebabkan mereka menerima pengorbanan yang telah Kristus lakukan bagi mereka. Sebagai puncahnya, Ia menetapkan anak-anak yang tidak sah secara rohani itu (Ibr.12:8) untuk menjadi anak-anak-Nya dan untuk mewarisi kekayaan yang tak terselidiki. Ini adalah anugerah,pemberian yang diberikan kepada orang-orang yang tak layak untuk menerimanya.  Sementara yang dimaksud tak dapat ditolak menurut kaum Calvinis adalah bila Allah telah memilih orang-orang untuk diselamatkan dan bila Ia memberikan Roh Kudus untuk mengubah mereka dari orang orang dibenci menjadi orang-orang yang dikasihi, maka tak dapat seorangpun yang menahan-Nya. Ia tidak dapat ditolak oleh siapapun. Ia menggenapi apa yang telah  direncanakan-Nya. Dalam pengertian tak dapat ditolak disini, bukan berarti Allah memaksa orang yang tidak mau melakukan sesuatu. Kaum Calvinis mengatakan bahwa jika ada kesalahpahaman mengenai istilah ini, maka istilah tak dapat ditolak dapat diganti dengan efisien, atau pasti, atau tak pernah gagal. Arti dari anugerah yang tak dapat ditolak ialah bahwa Allah memberikan Roh Kudus untuk bekerja di dalam hidup seseorang agar ia secara pasti diubah dari jahat menjadi baik. Ini berarti Roh Kudus pasti, tanpa tambahan dan, atau, tetapi, dengan Tuhan. Ia akan masuk sorga dan ini untuk selamanya. Ia beroleh jaminan yang berlaku untuk seterusnya, bukan hanya untuk sementara. Ia memiliki jaminan kekal. Konsep ini juga disetujui oleh Thiessen yang berpendapat bahwa orang yang telah percaya dan yang telah memiliki pengalaman keselamatan yang hidup akan tetap diselamatkan dan tidak akan kehilangan keselamatan (Thiessen,451). Dasar Alkitab yang dipakai dalam mendukung konsep ini antara lain; Roma 8; Yohanes 6:39; 10:28-29; Efesus 1:13-14; 1 Petrus 1:4-5 dan sebagainya. membuat setiap orang yang telah dipilih Allah sejak kekekalan dan untuk siapa Kristus telah mati, menjadi percaya kepada Yesus (palmer 89).  Kaum Calvinis berkata bahwa Allah melakukannya bagi manusia sesuai dengan keinginan manusia. Pada dasarnya manusia menyukai dosa dan hal-hal yang membawanya kepada kesengsaraan dan hukuman kekal.  Dalam anugerah yang tidak dapat ditolak, Allah melahirkembalikan orang itu, mengubah sifat lama yang dimilikinya dan secara alamiah memperbaharui karakternya sehingga orang tersebut sungguh menyesali dosa-dosanya dan mengasihi Allah. Dengan hati yang telah diubahkan, kini ia sangat membenci hal-hal yang dulu dilakukannya. Kini Kristus menjadi yang terindah baginya. Kekristenan menjadi menarik

baginya. Ia secara bebas senang mencari Tuhan (Palmer 89).  Beginilah cara kerja anugerah yang tak dapat ditolak yang tak pernah gagal. Anugerah Allah tidak dapat ditolak memiliki pengertian bahwa anugerah Allah pasti mencapai tujuannya  Dasar Alkitab yang menjadi pendukung pandangan ini diambil dari Yohanes 6:37,44; 10:16; Roma 8:29-30 dan sebagainya.

E.      Preseverance of the Saints (Ketekunan

orang-orang kudus)

Istilah ketekunan orang-orang kudus menekankan bahwa orang-orang Kristen, orang-orang Kudus, sebagaimana yang disebutkan Paulus dalam surat surat nyaakan bertekun dalam mempercayai Kristus sebagai Juruselamat mereka.  Mereka akan merasa pasti, kemudian raguragu, tetapi mereka akan terus percaya untuk selamanya. Karena itu mereka akan tetap diselamatkan. Penganut Calvinisme mengatakan bahwa ketekunan Allah menjadi dasar bagi ketekunan orang-orang kudus Di dalam konsep ketekunan orang-orang kudus terkandung pengertian bahwa Allah bertekunmemelihara orang-orang kudus sehingga tidak ada yang terhilang. Penganut Calvinis beranggapan bahwa adanya jaminan kekal bagi orang-orang kudus sehingga tidak ada yang mengganggunya. Ia aman bersama Alasan dari pemilihan-Nya yang berdaulat terletak pada diri Allah saja, bukan pada diri manusia atau pada perbuatan manusia.Di dalam pemilihan-Nya, Allah tidak pernah salah karena Ia kudus.  Kedaulatan Allah dalam penebusan terbatas dapat disadari dengan pemahaman bahwa Kristus tidak melakukan penebusan yang menyelamatkan seluruh dunia melainkan hanya menyelamatkan orangorang yang telah dipilih oleh Allah Bapa. Ada kesatuan yang utuh antara tujuan Allah Bapa dan Allah Anak. Allah Anak mati untuk semua orang yang dikasihi Allah Bapa.  Selektivitas yang terdapat dalam anugerah yang tak dapat ditolak, juga dapat diketemukan kedaulatan Allah di dalamnya. Sebagaimana halnya sesuatu yang belum ada tidak dapat menolak untuk diciptakan atau dilahirkan, sebagaimana halnya orang yang sudah mati tidak dapat menantang Allah untuk membangkitkan dia, demikianlah juga orang yang mati secara rohani dan belum dilahirkan secara rohani tidak dapat menolak Roh Allah yang mahakuasa dalam membangkitkan dan melahirkan dia kembali. Dan bila seseorang mempunyai kehidupan rohani, itu adalah karena Allah Roh Kudus melaksanakan karya-Nya seturut pemilihan yang berdaulat dari Allah Bapa. Manusia tidak dapatmelakukan apapun untuk kelahirannya kembali.  Terdapat kesatuan yang u tuh diantara ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Allah Bapa memilih orang-orang yang akan diselamatkan, Kristus mati bagi mereka dan Roh Kudus menggenapkan kehendak Allah  Bapa dan Kristus dengan menyebabkan orang-orang tersebut percaya dan diselamatkan melalui anugerah yang tak dapat ditolak.  Ketekunan orang-orang kudus yang merupakan kelanjutan dari keempat pokok pembahasan di atas, dimana Allah akan memelihara dan menjamin keselamatan orang yang dipilih Allah. Ini juga menyatakan kedaulatan Allah.   Kelima konsep ini disusun secara logis dan bergantung satu dengan yang lainnya. Karena manusia secara total bobrok, kemudian dia tidak mampu berinisitif merespon Allah, maka Allah harus memanggil manusia untuk diselamatkan melalui pilihan yang tak bersyarat. Allah juga berketetapan bagi mereka yang dipanggil-Nya untuk diselamatkan oleh kematian Kristus. Dia menjamin keselamatan mereka dengan pengaruh Roh Kudus dan menjamin mereka supaya mereka dapat menerima kehidupan kekal yang Allah janjikan kepada mereka.



[1] Millard J.Erickson, Teologi Kristen Volume 3, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 69

[2] Charle C.Ryrie, Teologi Dasar 2,(Yogyakarta: ANDI, 2017), hal. 15

[3] Pau Enns, The Moody Handbook Of Teology volume 2, (Malang: LITERATUR SAAT), hal. 111 

[4] Chiristiaan De Jonge, Apa itu Calvinisme? (Jakarta, PT BPK Gunung Mulia), hal. 81

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Allah Maha hadir

    A.    Definisi 1.      Allah Allah adalah pribadi Ilahi yang transenden dan juga imanen, yang memiliki akal, perasaan dan kehendak, tak berawal tak berakhir, dan tak berubah, roh yang sempurna, pencipta dan pengatur alam semesta, pemelihara, sumber hidup, dan tujuan segala sesuatu. Maka dapat disimpulkan bahwa Allah yang berkepribadian berada di luar semesta alam, ada dengan sendirinya, bermoral dan menyatakan diri itu benar-benar ada. Ia tidak dapat dipahami disamping itu juga ia dapat dikenal [1]   2.        Mahahadir Mahahadir (omnipresence). Kata depan Maha(omni) berasal dari kata Latin omnis, yang berarti “semua “. Jadi mahahadir berarti Allah hadir di setiap tempat. Mazmur 139:7-12 menjelaskan kemahahadiran Allah. Dari langit yang paling tinggi sampai kedalaman bumi dan laut, Allah hadir di setiap tempat. Tidak ada yang terlepas dari   kehadiran Allah. Dalam definisi ini tercatat bahwa Allah...

Etika Seorang hamba Tuhan

  A.    Definisi Etika Istilah etika berasal dari bahasa Yunani, yang umumnya menunjuk pada kata ethos, artinya: kebiasaan, adat atau kelakuan. Malcolm Brownlee menuliskan rumusan definisi etika, sbb: Etika menyangkut pemikiran yang sistematis tentang kelakuan, motivasi, dan keadaan batin yang mendasarinya. Rumusan ini sangatlah tepat mengenai definisi etika yang di kemukakan oleh Malcolm Brownlee, karena mengkaitkan dengan sikap   batin atau sikap hati yang mendasari perbuatan. Yang mana sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus, ” Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat. 5:28). Mereka belum melakukannya tapi hanya dihatinya saja, sudah dianggap berdosa. [1] Dengan demikian seorang hamba Tuhan haruslah memberikan teladan bagi sesama dan menjadi cermin dalam segala aspek seperti ada tertulis: Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu,   Jangan seorangpun menganggap...