A.
DEFINISI
KESELAMATAN
Keselamatan merupakan penerapan karya Kristus terhadap kehidupan seseorang. Oleh karena itu, doktrin keselamatan ini memiliki daya tarik dan hubungan khusus karena berkaitan dengan kebutuhan seseorang yang paling penting.[1] Dari sudut pandangan Allah, keselamatan meliputi segenap karya Allah dalam membawa manusia keluar dari hukuman menuju pembenaran, dari kematian ke kehidupan kekal, dari musuh menjadi anak.[2] Keselamatan menjadi salah satu dasar bagi kehidupan orang percaya dimana berkaitan dengan hubungan Allah dengan manusia. keselamatan adalah jalan pendamai antara Allah dengan manusia melalui karya Yesus yang mati dikayu salib sebagai korban yang sempurna.
B. PANDANGAN CALVIN
1.
PREDESTINASI
Calvin
menjabarkan predistinasi sebagai berikut: disebut ketetapan Allah yang kekal,
yang melaluinya Ia telah menetapkan di dalam diri-Nya apa yang akan terjadi
dalam setiap individu umat manusia, hidup kekal ditetapkan sebelumnya bagi
sebagian orang, dan penghukuman kekal bagi yang lain.[3]
ketetapan Allah sebelum dunia diciptakan yang mana Ia memilih beberapa orang
untuk diselamatkan. Yang artinya Allah menetapkan di dalam diri-Nya apa yang
akan yang terajdi dalam setiap individu umat manusia, hidup kekal ditetapkan
sebelumnya bagi sebagian orang, dan penghukuman kekal bagi yang lain. kata
predestinate yang artinya menandai sebelumnya(Ef.1:5, Rom.8:29, 1Kor.2:7). Atas
dasar inilah yang menjadi pokok pikiran Calvin, bahwa Allah memilih orang-orang
untuk keselamatan. Pemilihan itu berdasarkan pada istilah panggilan (kaleo), yang berarti “memanggil keluar
dari antara”. Artinya bahwa Allah yang berdaulat dan memilih sebagian orang
untuk diselamatkan dari sekian banyak umat manusia.(Rom.1:1, 8:28,30;) dan hal
ini merupakan keharusan karena kejatuhan manusia. apabila manusia itu mati
dalam pelanggara dan dosa-dosa (Ef.2:1).
Maka merupakan suatu
keharusan bagi Allah untuk berinisiatif menyelamtkan manusia. apabila Allah
tidak menandai sebagian untk keselamatan, maka tidak seorangpun yang akan
selamat. Manusia dalam kondisi Tercemarnya sama sekali tidak mampu untuk
bergerak kearah Allah.
Allah
berinisiatif dengan alasan;
1.
Kejatuhan
Manusia
a.
Orangtua
pertama kita karena tertipu oleh kelicikkan dan godaan iblis, berdosa dengan
memakan buah yang dilarang. Allah berkenan seturut keputusan kehendak-Nya yang
bijaksana dan kudus untuk mengizinkan dosa, dan telah menetapkannya bagi
kemulian-Nya sendiri.
b.
Oleh
karena dosa ini mereka jatuh dari kebenaran asali dan persekutuan semula dan
dengan Allah ; dan dengan demikian mati di dalam dosa dan segala bagian dan
kemampuan dari jiwa dan tubuh secara keseluruhan tercemar.
c.
Karena
mereka adalah nenek moyang dari seluruh umat manusia , maka kesalahan dari dosa
ini diberlakukan; dan kematian yang sama di dalam dosa dan natur yang rusak
diturunkan kepada semua keturunan mereka melalui cara regenerasi yang lazim
d. Dari kerusakan awal ini, yang menyebabkan kita benar-benar menjadi tidak sehat, tidak berkemampuan dan yang menyebabkan kita menentang segala yang baik, dan selalu cenderung untuk melakukan yang hal-hal yang jahat, timbullah semua pelanggaran yang actual.
A. Total Depra[4]vity (Kerusakan Total)
total depravity, keburukan
moral yang menyeluruh, yang menyatakan bahwa segala kemampuan manusia telah
dirusakkan oleh kejatuhan dalam dosa Bagi penganut Calvinisme, total depravity
berarti bahwa seluruh kemanusiaan kita telah jatuh ke dalam dosa.Artinya tidak
ada satu bagianpun dari diri kita yang tidak terkena pengaruh dari kejatuhan
itu. Dosa mempengaruhi kehendak kita, hati kita, pikiran kita dan tubuh kita.
Menurut penganut Calvinisme, total
depravity (kerusakan total) dapat dipahami dengan benar jika terlebih
dahulu memahami kekeliruan tentang doktrin ini. Kerusakan Total tidak
berarti Kerusakan Mutlak, Kerusakan mutlak berarti bahwa seseorang
menyatakan kebejatannya sampai tingkat yang paling bejat setiap saat. Bukan
saja semua pikiran, perkataan dan perbuatannya penuh dosa, tetapi juga sangat
jahat, sejahat yang dilakukan manusia. Sedangkan seseorang yang mengalami
kerusakan total bukan orang yang demikian jahat sehingga ia tidak dapat menjadi
lebih jahat lagi. Ungkapan yang tepat
untuknya adalah bahwa semua yang dilakukannya tidak ada yang
baik. Kejahatan menyebar
keseluruh jiwanya dan hidupnya. Ia
tidak mampu melakukan satupun hal yang baik. Kerusakan
Total tidak berarti Hilangnya Kebajikan Relatif. Orang yang belum dilahirkan kembali bukan saja tidak
melakukan dosa seburuk yang dapat mereka lakukan dan tidak melakukan
segala jenis dosa, tetapi mereka juga dapat melakukan sejumlah
kebajikan. defenisi yang jelas tentang kebajikan. Dalam menjawab pertanyaan:
“Tetapi apakah perbuatan baik itu?”
menyatakan : “Perbuatan baik adalah yang bersumber pada iman yang benar, dilakukan menurut hukum Allah dan untuk kemuliaanNya.” ada tiga unsur yang
terdapat dalam perbuatan baik yang sejati yaitu: iman yang benar, ketaatan kepada hukum Allah dan motivasi
yang benar. Sebaliknya, perbuatan baik yang relatif bisa memiliki bentuk
lahiriah yang benar tetapi tidak bersumber pada iman yang benar atau tidak
dilakukan untuk kemuliaan Allah. Kerusakan
Total Selalu dan Semata-mata Berbuat Dosa, Ketidakmampuan Total. Manusia
tidak dapat Melakukan Kebajikan. Pernyataan Pengakuan Iman Belgic
mengenai “ketidakmampuan manusia untuk melakuakan kebajikan sejati”
adalah suatu pernyataan yang Alkitabiah. Demikian juga pernyataan Kanon
Dort yang berbunyi: “Semua orang tidak mampu melakukan kebajikan yang
menyelamatkan
ayat pendukung dimana manusia tidak memiliki kemampuan lagi untuk menyelamatkan diri mereka, Mat.7:18, Yoh.3:3; 8:43; Yoh.6:44, 65) Pada dasarnya Thiessen juga setuju dengan pandangan Calvinisme tentang kerusakan total, yang walaupun dia menggunakan kata “bejat” dalam Teologi Sistematika edisi Indonesia. Menurut Thiessen bahwa tidak adanya kebenaran yang semula dan kasih sayang yang kudus terhadap Allah, termasuk pencemaran sifat moral manusia dan kecenderungan untuk melakukan kejahatan.
B. Unconditional Election (Pemilihan tak bersyarat)
Pemilihan tak bersyarat di dipahami dengan meneliti makna kata ini sendiri dari perspektif Calvinisme. Calvinisme mendefenisikan pemilihan ilahi adalah Allah memilih orang-orang untuk masuk ke surga. Yang lain tidak dipilih dan mereka akan masuk ke neraka. Sementara tak bersyarat dipahami dengan pengertian bahwa Allah memilih bukan berdasarkan apa yang ada pada manusia Allah tidak mencari sesuatu yang baik pada seseorang, sesuatu yang dilakukan orang tersebut yang menyebabkan Allah mengambil keputusan untuk memilih dia. Sementara keberadaan manusia disebutkan mati (Ef.2), berdosa dan telah kehilangaN kemuliaan Allah (Rm.3:23), sehingga tidak akan ada sesuatupun dalam diri manusia yang menyebabkan dia layak dipilih Allah. Pemikiran ini terlihat di dalam konsep Calvin tentang predestinasi yang merupakan salah satu ajaran yang penting bagi Calvin (Jonge,61). Berkenaan dengan predestinasi ditulis pada bagian III xxi-xxiv di dalam Instutio. Dalam bagian ini dikatakan bahwa Allah menerima sebagian orang hingga dapat mengharapkan kehidupan, dan menghukum orang lain untuk menjalani hidup kekal. Pemahaman Predestinasi ini menjadi dasar ajaran Calvin mengenai keselamatan termasuk di dalamnya pemilihan tak bersyarat. Bagian Alkitab yang mendukung ajaran ini antara lain; Yohanes 6:37,39; 15:16;
C. Limitet Atonement (Penebusan terbatas)
Secara ringkas kaum Calvinis mengatakan bahwa penebusan terbatas adalah bahwa Kristus mati hanya bagi orang yang percaya kepada-Nya. Inilah sebenarnya makna dari penebusan terbatas. Penebusan Kristus terbatas kepada orangorang yang percaya kepada-Nya. Bila ajaran Calvinis menggunakan istilah “terbatas”, bukan berarti penebusan Kristus terbatas kepada kemampuan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Sebaliknya, kaum Calvinis percaya bahwa penebusan Kristus tak terbatas kuasanya, Kristus menyelamatkan dengan sempurna, dan penebusan Kristus tak terbatas nilainya. Tetapi kaum Calvinis percaya bahwa penebusan Kristus yang tak terbatas itu bersifat terbatas dalam jangkauannya, artinya Kristus bertujuan dan sesungguhnya menghapus dosa sekelompok orang tertentu, yaitu orang-orang yang dikasihi Allah dengan kasih yang kudus sejak kekekalan . Dengan kata lain, meskipun penebusan Kristus cukup untuk memuaskan tuntutan keadilan Allah terhadap semua dosa, namun penebusan Kristus hanya mengakibatkan keselamatan bagi orang-orang percaya saja Penebusan yang tak terbatas nilainya itu diberikan sekelompok orang tertentu, tidak kepada semua orang. Inilah yang dimaksudkan kaum Calvinis dengan penebusan terbatas. Ada juga yangmenggunakan istilah “tertentu” atau “khusus” untuk menggantikan “terbatas”, sehingga jika dikalimatkan bahwa penebusan, yang tak terbatas kuasanya itu, dibatasi untuk sekelompok orang tertentu/khusus yaitu orang-orang yang percaya kepada Kristus. Menurut mereka (kaum Calvinis) hal ini tidak menjadi masalah asal arti yang dimaksudkan tidak berubah. Kaum Calvinis mendasarkan pandangan mereka dari bagian Alkitab dari Yohanes 10:15 dan Efesus 5:25.
D. Irresistible Grace (Anugerah yang tak dapat ditolak)
Anugerah adalah pemberian kepada orang
yang tak layak menerima pemberian itu. Manusia pada dasarnya memberontak kepada Allah, walaupun Allah menciptakannya dalam kebaikan. Allah meminta
kita meninggalkan segala dosa dan nafsu diri
sendiri serta kembali kepada-Nya, tetapi
manusia menolak untuk datang kepada Allah.
Allah mengasihi orang-orang pilihan-Nya,
mengutus Yesus untuk mati bagi mereka, dan
kemudian mengaruniakan Roh Kudus yang
menyebabkan mereka menerima pengorbanan yang
telah Kristus lakukan bagi mereka. Sebagai
puncahnya, Ia menetapkan anak-anak yang tidak
sah secara rohani itu (Ibr.12:8) untuk menjadi
anak-anak-Nya dan untuk mewarisi kekayaan yang
tak terselidiki. Ini adalah anugerah,pemberian
yang diberikan kepada orang-orang yang tak
layak untuk menerimanya. Sementara yang
dimaksud tak dapat ditolak menurut kaum
Calvinis adalah bila Allah telah memilih
orang-orang untuk diselamatkan dan bila Ia memberikan Roh Kudus untuk mengubah
mereka dari orang orang dibenci menjadi
orang-orang yang dikasihi, maka tak dapat
seorangpun yang menahan-Nya. Ia tidak dapat
ditolak oleh siapapun. Ia menggenapi apa yang
telah direncanakan-Nya.
Dalam pengertian tak dapat ditolak disini,
bukan berarti Allah memaksa orang yang tidak
mau melakukan sesuatu. Kaum Calvinis mengatakan bahwa jika ada kesalahpahaman
mengenai istilah ini, maka istilah tak dapat
ditolak dapat diganti dengan efisien, atau
pasti, atau tak pernah gagal. Arti dari
anugerah yang tak dapat ditolak ialah bahwa
Allah memberikan Roh Kudus untuk bekerja di
dalam hidup seseorang agar ia secara pasti
diubah dari jahat menjadi baik. Ini berarti
Roh Kudus pasti, tanpa tambahan dan, atau, tetapi,
dengan Tuhan. Ia akan masuk sorga dan ini untuk
selamanya. Ia beroleh jaminan yang berlaku
untuk seterusnya, bukan hanya untuk sementara.
Ia memiliki jaminan kekal. Konsep ini juga
disetujui oleh Thiessen yang berpendapat bahwa
orang yang telah percaya dan yang telah
memiliki pengalaman keselamatan yang hidup
akan tetap diselamatkan dan tidak akan kehilangan keselamatan (Thiessen,451). Dasar Alkitab yang dipakai dalam mendukung konsep ini antara lain; Roma 8; Yohanes 6:39; 10:28-29; Efesus 1:13-14; 1 Petrus 1:4-5 dan
sebagainya. membuat setiap orang yang telah dipilih Allah sejak kekekalan dan
untuk siapa Kristus telah mati, menjadi percaya kepada Yesus (palmer 89). Kaum Calvinis
berkata bahwa Allah melakukannya bagi manusia
sesuai dengan keinginan manusia. Pada dasarnya
manusia menyukai dosa dan hal-hal yang membawanya kepada kesengsaraan dan
hukuman kekal.
Dalam anugerah yang tidak dapat
ditolak, Allah melahirkembalikan orang itu,
mengubah sifat lama yang dimilikinya dan
secara alamiah memperbaharui karakternya
sehingga orang tersebut sungguh menyesali dosa-dosanya dan mengasihi Allah. Dengan hati yang telah diubahkan, kini ia sangat membenci hal-hal yang dulu dilakukannya. Kini Kristus menjadi yang terindah baginya. Kekristenan menjadi menarik
baginya. Ia secara bebas senang mencari Tuhan (Palmer 89). Beginilah cara kerja anugerah yang tak dapat ditolak yang tak pernah gagal. Anugerah Allah tidak dapat ditolak memiliki pengertian bahwa anugerah Allah pasti mencapai tujuannya Dasar Alkitab yang menjadi pendukung pandangan ini diambil dari Yohanes 6:37,44; 10:16; Roma 8:29-30 dan sebagainya.
E.
Preseverance
of the Saints (Ketekunan
orang-orang
kudus)
Istilah ketekunan orang-orang kudus
menekankan bahwa orang-orang Kristen,
orang-orang Kudus, sebagaimana yang disebutkan
Paulus dalam surat surat nyaakan bertekun dalam mempercayai Kristus sebagai
Juruselamat mereka. Mereka akan merasa pasti, kemudian raguragu, tetapi mereka akan terus percaya untuk selamanya. Karena itu mereka akan tetap diselamatkan. Penganut Calvinisme mengatakan bahwa ketekunan Allah menjadi dasar bagi ketekunan orang-orang kudus Di dalam konsep ketekunan
orang-orang kudus terkandung pengertian bahwa
Allah bertekunmemelihara orang-orang kudus sehingga tidak ada yang terhilang. Penganut Calvinis beranggapan bahwa adanya jaminan kekal bagi orang-orang kudus sehingga tidak ada yang mengganggunya. Ia aman bersama Alasan dari pemilihan-Nya yang berdaulat terletak pada diri Allah saja, bukan pada diri manusia atau pada perbuatan manusia.Di dalam
pemilihan-Nya, Allah tidak pernah salah karena
Ia kudus. Kedaulatan Allah dalam penebusan terbatas dapat disadari dengan
pemahaman bahwa Kristus tidak melakukan
penebusan yang menyelamatkan seluruh dunia
melainkan hanya menyelamatkan orangorang yang telah dipilih oleh Allah Bapa. Ada kesatuan yang utuh antara tujuan Allah Bapa dan Allah Anak. Allah Anak mati untuk semua orang yang dikasihi Allah Bapa. Selektivitas yang terdapat dalam anugerah yang tak dapat ditolak, juga dapat diketemukan kedaulatan Allah di dalamnya. Sebagaimana halnya sesuatu yang belum ada tidak dapat menolak untuk diciptakan atau dilahirkan, sebagaimana halnya orang yang sudah mati tidak dapat menantang Allah untuk membangkitkan dia, demikianlah juga orang yang mati secara rohani dan belum dilahirkan secara rohani tidak dapat menolak Roh Allah yang mahakuasa dalam membangkitkan dan melahirkan dia kembali. Dan bila seseorang mempunyai kehidupan rohani, itu adalah karena Allah Roh Kudus melaksanakan karya-Nya seturut pemilihan yang berdaulat dari Allah Bapa. Manusia tidak dapatmelakukan apapun untuk
kelahirannya kembali. Terdapat kesatuan
yang u tuh diantara ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Allah Bapa memilih
orang-orang yang akan diselamatkan, Kristus mati bagi mereka dan Roh Kudus
menggenapkan kehendak Allah Bapa dan
Kristus dengan menyebabkan orang-orang tersebut percaya dan diselamatkan
melalui anugerah yang tak dapat ditolak.
Ketekunan orang-orang kudus yang merupakan kelanjutan dari keempat pokok
pembahasan di atas, dimana Allah akan memelihara dan menjamin keselamatan orang
yang dipilih Allah. Ini juga menyatakan kedaulatan Allah. Kelima konsep ini disusun secara logis dan
bergantung satu dengan yang lainnya. Karena manusia secara total bobrok,
kemudian dia tidak mampu berinisitif merespon Allah, maka Allah harus memanggil
manusia untuk diselamatkan melalui pilihan yang tak bersyarat. Allah juga
berketetapan bagi mereka yang dipanggil-Nya untuk diselamatkan oleh kematian
Kristus. Dia menjamin keselamatan mereka dengan pengaruh Roh Kudus dan menjamin
mereka supaya mereka dapat menerima kehidupan kekal yang Allah janjikan kepada
mereka.
[1]
Millard J.Erickson, Teologi Kristen
Volume 3, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 69
[2]
Charle C.Ryrie, Teologi Dasar 2,(Yogyakarta:
ANDI, 2017), hal. 15
[3]
Pau Enns, The Moody Handbook Of Teology
volume 2, (Malang: LITERATUR SAAT), hal. 111
[4]
Chiristiaan De Jonge, Apa itu Calvinisme?
(Jakarta, PT BPK Gunung Mulia), hal. 81
Komentar
Posting Komentar