A.
Definisi Etika
Istilah etika berasal
dari bahasa Yunani, yang umumnya menunjuk pada kata ethos, artinya: kebiasaan, adat atau kelakuan. Malcolm Brownlee menuliskan rumusan definisi etika, sbb: Etika
menyangkut pemikiran yang sistematis tentang kelakuan, motivasi, dan keadaan
batin yang mendasarinya. Rumusan ini sangatlah tepat mengenai definisi etika
yang di kemukakan oleh Malcolm Brownlee, karena mengkaitkan dengan sikap batin atau sikap hati yang mendasari
perbuatan. Yang mana sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus, ” Tetapi Aku berkata
kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah
berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat. 5:28). Mereka belum melakukannya tapi
hanya dihatinya saja, sudah dianggap berdosa.[1]
Dengan demikian seorang
hamba Tuhan haruslah memberikan teladan bagi sesama dan menjadi cermin dalam
segala aspek seperti ada tertulis: Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu, Jangan seorangpun menganggap engkau rendah
karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam
perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu (1Tim. 4:11,12). Hal ini Alkitab memberikan pencerahan bagi kita
dimana kita sebagai Pelayan Allah atau Hamba Tuhan tetap menjaga Etika kita
dalam hal apapun karena hamba Tuhan adalah wakil-Nya Allah sebagai perantara
dalam menyampaikan Firman Allah. Maka hal ini dituntut untuk tetap menjaga etika.
Dan selalu hidup dalam kebenaran dengan memiliki karakter yang baik di hadapan
Tuhan.
B.
Etika hamba
Tuhan dalam pelayanan
Di dalam pelayanan
sebagai hamba Tuhan harus memiiki etika yang benar dan berkenan di hadapan
tuhan. Namun “Lebih banyak pendeta atau pemimpin gereja yang gagal karena tidak
memiliki tujuan, daripada yang gagal karena tidak berbakat”. 1 Kor. [2]9:26
: “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang
sembarangan saja memukul”. Seorang pelayan Allah atau hamba Tuhan haruslah
berintegritas dalam pelayanan dengan memiliki sikap etika yang benar dihadapan
Tuhan dan tidak mengabaikan firman Allah. Namun focus Dengan demikian,
Gereja-gereja Kristen disepanjang spectrum theologis dan pengakuan iman, dan
etika Kristen sebagai suatu disiplin akademis yang melayani gereja-gereja
sering bersalah karena mengesampingkan ajaran Tuhan Yesus sang batu penjuru dan
pusat iman Kristen, dalam hal ajaran firman sering diabaikan dalam pelayanan. Seorang
hamba Tuhan haruslah memiliki Tujuan dalam pelayan, dan tidak mengabaikan
firman Allah, namun tetap focus pada pelayan dengan sungguh-sungguh;
a.
Memperhatikan
Dengan Sungguh Firman Tuhan dan Dilakukan.
Etika
Kristen Khususnya seorang hamba Tuhan yang menjadi Prioritas utamanya ialah
memperhatikan perintah dan kehendak Tuhan yang dinyatakan dalam firman-Nya yang
tertulis, baik dalam Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB).
Memperhatikan dengan sungguh-sungguh atau serius mengenai Firman Tuhan, adalah
suatu perjuangan untuk dipahami dan dilakukan, bukan cuma untuk dimengerti atau
direnungkan saja. “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada
hakikatnya adalah mati”(Yak. 2:17)
Tuhan
Yesus dalam Khotbah di bukit menegaskan, “Bukan setiap orang yang berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang
melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”(Mat.7:21). Tegasnya bagi seorang
hamba Tuhan, perintah firman Tuhan tersebut merupakan suatu keharusan untuk
dilakukan,”Tuhan Yesus mengatakan , Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
yang telah aku perintahkan.”
b.
Menekankan
Keharmonisan Hubungan Dengan Sesama..
Dalam
hal ini juga seorang hamba Tuhan harus menekakan keharmonisan antar sesama.
1.
Sopan santun –
tidak munafik
Hamba
Tuhan atau pelayan Tuhan wajib hidup bersikap sopan terhadap orang lain. (1
Tim. 3:2; 1 Kor.13:14).
2.
Bersikap ramah
II
Timotius 2:24,25 “sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi
harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar, dan dengan
lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan
memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga
mereka mengenal kebenaran,”
3.
Rendah hati –
tidak sombong
Matius
23:12 “Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa
merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Sikap sombong angkuh tidak akan disukai
oleh orang lain di lingkungannya, jelas itu tidak akan membawa keharmonisan
dalam hubungan dengan sesama. Ini merupakan Salah satu etika
pelayanan kristen yang juga penting untuk dimiliki adalah untuk memiliki sikap
rendah hati. Kerendahan hati seolah – olah menjadi kunci dari pelayanan ini.
Memiliki sikap kerendahan hati berarti kita tidak arogan atas pendapat dan
sikap kita. Kita mau mendengarkan masalah orang lain dan bahkan opini orang
lain yang berbeda dari kita juga. Melayani sesama kita dengan memiliki
kerendahan hati akan membantu kita untuk bisa menjalankan tugas orang kristen
sebagai garam dan terang dunia dengan sebaik – baiknya. Tentunya untuk memiliki
sikap kerendahan hati atau rendah hati bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
Perlu waktu dan usaha yang cukup besar agar kita bisa mencapai kerendahan hati.
Inilah yang menjadi dasar gaya hidup
seorang Kristen khususnya sebagai hamba tuhan dalam pelayanan. Dengan demikian
gaya hidup Kristen haruslah ia tetap teguh;
a. Seorang
Kristen percaya kepada Allah,dan kepercayaan itu dinyatakan dalam beberapa
bentuk yang kuat yang sudah dikenal orang, dan tidak berpaling dari
keyakinannya
b. Seorang
Kristen tahu bahwa ia tidak dapat menggunakan nama Allah dengan sembarang.
c. Seorang
Kristen tahu bahwa ia selalu mencari kerajaan Allah[3]
C.
komitmen Hamba Tuhan dalam
pelayanan.
Seorang pelayan Allah
di dalam kerajaan-Nya, hamba Tuhan dituntut sungguh-sungguh dalam pelayanan,
sehingga pelayanannya berkenan di hadapan Allah. Maka Hamba Tuhan haruslah
memiliki Komitmen dalam sebuah pelayan, demi menjamin kelancaran dalam
pelayanan. Etika seorang pelayan Allah berdasarkan kehendak Allah yang
merupakan bentuk sikap yang diperintah diatas.dan ini merupakan sebuah
kewajiban sebagai pelayan Allah atas kehendak Allah itu sendiri ( Im. 11:45;
Mat. 5:48, Ibr. 6:18; 1 Yoh. 4:16). Singkatnya, etika Kristen didasarkan pada
kehendak Allah.[4]
1.
Memuji dan
menyembah-Nya.
2.
Menghormati dan
takut akan Allah.
3.
Mematuhi hukum
atau Firman-Nya.
4.
Melayani dan
berkenan kepada Tuhan.
5.
Menjadi saksi
dan mendirikan kerajaan-Nya.
6.
Memiliki
“perjanjian” pribadi dengan Allah.
Dengan
demikian, bahwa Allah tidak hanya mengharapkan kita menyembah dan melayani-Nya
saja, tetapi juga memiliki “perjanjian” pribadi dengan Allah. Yaitu membuat
sebuah “Komitmen” untuk melakukan sesuatu yang khusus untuknya atau
melayani-Ny, demi pelebaran kerajaan Allah di muka bumi. Karena itu, firman
yang kita beritakan dan komitmen yang kita buat, perjanjian yang kita miliki
bersama dengan Allah sangatlah penting.
D.
Ayat Alkitab tentang Pelayanan
Allah pun tidak hanya
menuntut kita untuk melayani Dia. Dia juga memberikan janji berkat untuk setiap
orang yang telah melayani Dia. Allah sungguh-sungguh mengasihi orang yang mau
melayani Dia, bahkan Allah menghormatinya. Allah juga menjanjikan bahwa jika
kita dihormati oleh Bapa, manusia pun juga akan menghormati kita. Ia bersikap adil
dan tidak mungkin melupakan apa yang kita perbuat, bahkan meski manusia sangat
mungkin melupakannya. Berikut beberapa ayat Alkitab tentang pelayanan yang
menyatakan janji dan berkat dari Tuhan.
Maleakhi
3:17 Mereka akan menjadi
milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang
Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi
anaknya yang melayani dia.
Yohanes
12:26 Barangsiapa melayani
Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan
berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Ibrani
6:10 Sebab Allah bukan
tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan
terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu
lakukan sampai sekarang.
Efesus
6:8 Kamu tahu, bahwa
setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu
yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.
1
Korintus 9:13 Tidak tahukah kamu,
bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari
tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian
mereka dari mezbah itu?
Roma
14:17-18 Sebab Kerajaan Allah
bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan
sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini,
ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Namun, Allah tidak
sembarangan memberikan janji berkat. Kita diminta untuk memiliki sikap melayani
yang tepat, berkenan di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, kita pun perlu terus
siaga dalam melayani. Allah tidak mau kita melayani-Nya, tetapi juga menuhankan
hal lainnya seperti uang. Kita seringkali tidak sadar sedang menuhankan suatu
hal. Penting untuk kita mengerti kembali arti penyembahan berhala dalam iman
Kristen. Kita harus melayani
dengan tulus hati, bukan hanya sekedar untuk menyenangkan orang lain. Hal ini
penting agar kita tidak sombong dalam pelayanan seperti yang tertulis
pada ayat Alkitab tentang kesombongan
manusia. Berikut beberapa ayat
Alkitab tentang pelayanan yang dapat memberi gambaran kepada kita bagaimana
sikap yang benar dalam melayani.
Matius
6:24 Tak seorang pun dapat
mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang
dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak
mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada
Mamon.”
Efesus
6:5-7 Hai hamba-hamba,
taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati,
sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja
untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan
segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan
pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.
Kisah
Para Rasul 20:18-21 Sesudah mereka
datang, berkatalah ia kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara
kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku
melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak
mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun
demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua
kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam
perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu; aku senantiasa bersaksi kepada
orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah
dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
Galatia
5:13 Saudara-saudara,
memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan
kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan
layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
1
Petrus 4:10-11 Layanilah seorang akan
yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai
pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara,
baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allahl jika ada
orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan
Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah
yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
1
Korintus 15:58 Karena itu,
saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah
selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan
Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia
[1]
Dr. KAREL SOSIPATER, ETIKA PELAYANAN,
(Penerbit: Suara Harapan Bangsa, juni 2009)1-2
[2]
GLEN H. STASSEN & DAVID P. GUSSEE, ETIKA
KERAJAAN, (PENERBIT MOMENTUM, 2008)
[3] J.
DOUMA, KELAKUAN YANG BERTANGUNGJAWAB, (
PT BPK Gunung Mulia/1843.931/02)
[4]
NORMAN L. GEISLER, ETIKA KRISTEN, (penerbit
;Baker Book House, 2001 )
Komentar
Posting Komentar